8 Cara Terbaik untuk Mengatasi Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini adalah ejakulasi yang terjadi terlalu cepat bagi pria dan pasangannya ketika sedang berhubungan intim. Beberapa pendapat mengindikasikan bahwa ejakulasi yang terjadi setelah 30 detik sampai 4 menit hubungan seks termasuk dalam ejakulasi dini. Namun, nampaknya banyak pakar yang berpendapat bahwa seseorang baru bisa dikatakan mengalami ejakulasi dini apabila hubungan seksual yang bisa dilakukan hanya berlangsung selama kurang dari dua menit.

Ejakulasi dini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain faktor psikologis, biologis dan/atau genetika. Faktor biologis misalnya kulit kelamin yang terlalu sensitif, sedangkan faktor psikologis misalnya refleks hiperaktif, kecemasan, gairah ekstrim karena aktivitas seksual yang jarang terjadi. Masalah kesehatan lain seperti pembengkakan dan / atau infeksi prostat atau uretra serta kecanduan alkohol atau zat lainnya juga bias menyebabkan ejakulasi dini.

Ejakulasi dini agaknya merupakan disfungsi seksual yang paling umum yang yang mempengaruhi hampir 30% pria, tanpa memandang usia, etnisitas, atau kondisi sosial ekonomi. Namun tidak usah terlalu khawatir, karena kabar baiknya adalah Anda bisa melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah ini tanpa memerlukan perawatan medis atau obat-obatan mahal. Berikut tips untuk mengatasi ejakulasi dini yang kami rangkumkan untuk Anda.

Melatih otot pelvis
Penguatan otot pelvis Anda adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah timbulnya ejakulasi dini. Otot panggul, yang mendukung dan membantu mengendalikan penis, memiliki kemampuan mengontrol ejakulasi sebelum terjadi.

Bagi kebanyakan pria, otot-otot ini lemah karena tidak pernah dilatih dan menjadi lebih lemah seiring bertambahnya usia. Hal inilah yang kemudian meningkatkan kemungkinan ejakulasi dini. Sebuah studi baru-baru ini menemukan latihan otot panggul lebih efektif daripada pengobatan dalam mengobati ejakulasi dini.

Menerapkan down tempo
Teknik ini mengharuskan Anda untuk memperlambat kecepatan gerakan panggul dan memvariasikan sudut dan kedalaman penetrasi. Bila dilakukan bersamaan dengan melibatkan otot pelvis Anda, down tempo ini menjadi sangat efektif untuk mengontrol terjadinya ejakulasi dini.

Menerapkan metode pause-start
Jika memperlambat tempo tidak cukup untuk mencegah ejakulasi dini, Anda mungkin perlu sesekali berhenti menggerakkan panggul sambil mempertahankan penetrasi agar “urgensi” ejakulasi berkurang. Begitu sensasi ejakulasi reda, dorongan panggul bisa dilanjutkan. Sekali lagi, dengan melibatkan otot pelvis, Anda dapat mengontrol sensasi ejakulasi dengan lebih baik.

Dengan kata lain, sebenarnya teknik dapat melatih kemampuan Anda mengontrol stimulasi terhadap penis Anda selama aktivitas seksual terjadi. Anda bisa melakukannya dengan cara menghentikan segala stimulasi selama kurang lebih tiga puluh detik hingga satu menit, sebelum akhirnya melanjutkan kembali aktivitas seksual Anda setelah Anda yakin bahwa Anda dapat mengendalikan kembali disi Anda.

Anda dapat mengulangi proses ini tiap akan mengalami orgasme hingga empat atau lima kali, atau sampai Anda merasa cukup. Jika dirasa cukup, Anda tidak perlu melakukan pause-start lagi, dan bisa membiarkan ejakulasi terjadi.

Mencoba squeeze technique
Teknik “squeeze” adalah teknik meremas area sekitar batang penis (selama kurang lebih setengah menit), saat Anda merasakan sensasi seperti hendak ejakulasi. Hal ini secara teori dapat membantu menghentikan ejakulasi, tapi bisa mempengaruhi kemampuan ereksi Anda, sehingga Anda harus menunggu beberapa saat hingga Anda terstimulasi kembali.

Sama seperti teknik sebelumnya, anda juga bisa mengulang teknik ini selama beberapa kali sebelum orgasme. Metode ini dapat dirasa efektif setelah beberapa bulan diterapkan dan membutuhkan kesabaran dan kekompakan antara suami dan istri.

Lakukan teknik kegel
Teknik kegel hanya bisa berhasil dengan baik apabila ada kekompakan antara suami dan istri. Bagaimana caranya? Yang harus Anda lakukan adalah memperkuat otot pubococcygeus (sering disebut PC), dengan cara menghentikan laju urin ketika Anda sedang buar air kecil.

Ketika buang air kecil, Anda dapat melatih otot PC dengan cara mengejangkannya selama kurang lebih sepuluh detik lalu lepaskan. Ulang proses tersebut hingga Anda selesai buang air. Menahan urin selama buang air kecil semacam ini dapat melatih otot PC Anda seperti ketika Anda melatih otot tubuh dengan pergi ke gym.

Berdiskusi dengan pasangan
Entah one-on-one atau dengan terapis, komunikasi antara Anda dan pasangan sangat besar. Menurut para pakar seksologi, hal ini dapat membantu meredakan kekhawatiran atas performa dan kepuasan masing-masing.

Dengan menghilangkan tekanan untuk memberikan performa yang tinggi selama berhubungan, banyak pria yang justru mampu untuk meningkatkan stamina mereka secara signifikan, karena mereka melakukannya dengan rileks tanpa beban.

Jika Anda juga menderita depresi, atau kurang kepercayaan diri – yang semuanya dapat menyebabkan ejakulasi dini – ini berarti bahwa Anda memerlukan bantuan dan campur tangan terapis untuk terlibat dalam diskusi Anda dan pasangan.

Keterlibatan terapis di sini sangat penting, karena seorang profesional akan dapat membantu Anda mengatasi masalah mendasar yang mungkin belum disadari oleh Anda dan pasangan Anda sendiri, sehingga Anda bisa mendapatkan kembali kepercayaan diri dan juga mengatasi masalah lain penyebab ejakulasi dini.

Mencoba terapi deep breathing
Mengambil napas dalam-dalam dapat membantu menenangkan sistem saraf simpatik Anda, dan tentunya baik untuk mencegah ejakulasi dini. Beberapa terapis menyarankan pasien dengan masalah ejakulasi dini untuk mengambil nafas dalam-dalam melalui hidung, kemudian menghembuskannya lewat mulut. Dengan mengatur pernapasan seperti ini, pasien akan mampu mengoksidasi lebih banyak darah, yang kemudian memicu otak untuk melepaskan senyawa endorfin yang dapat menciptakan perasaan bahagia dan pada saat bersamaan, mengurangi stres di tubuh.

Anda hanya perlu melakukan terapi deep breathing sendiri di rumah sebanyak dua hingga tiga sesi setiap harinya, salah satunya adalah ketika Anda hendak berhubungan seks dengan pasangan Anda.
Konsultasi dengan pakar atau dokter karena ejakulasi dini bisa disebabkan oleh faktor psikologis, berbicara dengan terapis seksual bisa menjadi pendekatan yang sangat baik.

Anda harus selalu ingat bahwa tidak ada yang salah dengan membicarakan kesehatan seksual kita pada orang lain (terapis). Jadi Anda tidak perlu merasa ragu dan malu untuk menemui terapis jika Anda ingin mengatasi ejakulasi dini yang selama ini tidak kunjung membaik meskipun Anda telah mencoba berbagai tips di atas.

Jika setelah menemui terapis pun masih belum berhasil, mungkin ada baiknya bagi Anda untuk menemui dokter, karena ejakulasi dini juga bisa disebabkan oleh faktor biologis dan gangguan kesehatan lainnya. Mungkin Anda akan diberikan beberapa obat yang dapat menyembuhkan atau setidaknya mengurangi permasalahan ejakulasi dini Anda.

Selective serotonin re-uptake inhibitor (SSRI) merupakan antidepresan yang paling sering diresepkan. Mungkin juga dokter akan meresepkan Promescent, obat yang aman untuk dioleskan ke penis 10 menit sebelum aktivitas seksual. Karena obat ini dapat diserap dengan baik ke dalam kulit, maka Anda tidak perlu khawatir obat ini akan mempengaruhi sensitivitas pasangan Anda.

Dalam beberapa kasus ekstrim, dokter mungkin juga akan menyuntikkan farmakoterapi intracavernosal untuk menginduksi ereksi yang akan berlangsung sekitar satu jam, bahkan jika Anda mengalami ejakulasi dini.

Melalui perawatan tersebut, pasien dengan masalah ejakulasi dini akan sedikit demi sedikit mendapatkan kembali kepercayaan dirinya karena tahu bahwa dia akan dapat memuaskan pasangannya setiap saat. Bagaimanapun, psikologi dan pikiran Anda akan mengikuti apa yang tubuh Anda lakukan, dan begitu pula sebaliknya.